Belakangan ini banyak sekali berita tentang industri-industri manufaktur yang semakin gencar didirikan oleh pihak swasta. Selain karena izin yang terkadang belum didapat, ada satu hal lagi yang sering membuat pabrik mendapat kecaman keras, yaitu tentang pembuangan limbah yang sembarangan. Saat ini banyak sekali pabrik berskala kecil dan menengah yang masih melawan aturan pemerintah.

Pentingnya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Untuk Masa Depan

Ketentuan pembuangan limbah pabrik sudah di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1999 pasal 8-12 tentang Pengendalian Pencemaran Dan Perusakan Laut. Namun pada kenyataannya 74% dari total pabrik yang ada masih saja membelot dari regulasi yang ada. Dalam membuang limbah yang dihasilkan, biasanya pelaku pabrik langsung membuangnya ke badan air, seperti ke saluran air, sungai, hingga laut tanpa diproses terlebih dahulu. Kurangnya pengawasan pemerintah dalam hal ini akan berakibat buruk bagi kelangsungan siklus air ke depannya.

Pencemaran yang dihasilkan oleh air limbah buangan pabrik banyak memberikan efek negatif bagi masyarakat. Mulai dari cacat janin, diare massal, kanker, bahkan matinya berbagai makhluk hidup yang lain. Pembuangan limbah yang sembarangan pun juga berdampak pada cadangan air tanah yang semakin berkurang setiap tahunnya. Oleh karena itu, langkah tegas dari pemerintah sangat diperlukan.

Munculnya konsep IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dipercaya dapat membantu mengurangi pencemaran air karena limbah. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, namun pengetahuan masyarakat umum bahkan pihak manufaktur tentang hal ini masih sangat minim. IPAL adalah suatu perangkat, teknik, atau peralatan yang berguna untuk mengolah air limbah sisa rumah tangga atau pun pabrik yang dirancang secara khusus agar air hasil olahan bisa dibuang ke tempat penampungan dan bisa mengurangi tingkat pencemaran yang ada saat ini.

Hasil limbah olahan IPAL pun dipercaya bisa dimanfaatkan karena sudah tidak berbahaya (tidak mengandung zat kimia berbahaya). Misalnya saja kotoran manusia, setelah diolah dengan teknologi IPAL bisa digunakan untuk pupuk tanaman. IPAL memastikan bahwa cairan-cairan limbah yang dihasilkan bisa dibuang dengan aman sehingga tidak membahayakan lingkungan. Jika bisa dimanfaatkan dengan baik, maka keselamatan generasi berikunya di masa depan akan terjamin karena tidak adanya pencemaran lagi.