Harga keris, kata Fathurrahman, tergantung dari sulitnya manufaktur, detil ricikan, pamor dan besi. Keris karya pengrajin di Palongan bisa menghabiskan biaya jutaan hingga puluhan juta. Misalnya, Hermanto biasanya menerima perintah dari kolektor di Jakarta yang bersedia membayar jutaan rupiah untuk keris. Ada juga kelas produksi katrol kodik yang dijual di kisaran harga ratusan ribu rupee. “Untuk menjual pesta besar, profesional dalam sehari bisa sampai lima keris,” kata Hermanto. Namun, keris tidak hanya dianggap fisik. Padahal, terkadang cerita dan anggapan kekuatan magis lebih berharga. Fathurrahman berkata, terkadang pembeli meminta keris magis para empu. Akan ada ritual untuk itu.jiwa sebilah keris

“Ritual itu diwarisi dari nenek moyang Sebelum penempaan dulu, biasanya ditaburkan bunga Ada juga konstelasi besar kekuatan tertinggi Tuhan .. Begitu ritual, permintaan diajukan ke Yang Maha Kuasa,” kata Fathurrahman yang juga belajar Serat Centhini. untuk membuat ritual warisan. Fathurrahman baru saja menerima pesanan-pusaka. Pembeli mengirim nama dan tanggal lahir mereka untuk keperluan ritual. “Ya, ada hitungan dan formula,” katanya. Ritual dilengkapi dengan penawaran seperti makanan ringan, bunga, buah dan jalan jagung, beras ketan hitam atau kacang hijau. Inti dari tawaran tersebut adalah doa dari tuan kepada Yang diwakili oleh tumpeng dengan harapan dapat mencapai hasil yang baik bagi para empu dan memesan pusaka (lihat Roh Besi: Kisah Hidup atau Kris Crafters dari Sumenep, Madura, Unggul Sudrajat dkk. Di zaman modern, keberadaan Kris lebih merupakan objek mulia daripada senjata: seni, identitas, cerita dan simbol menjadi jiwa.

Keris melambangkan keterampilan mengolah logam. Untuk menghasilkan keris, dibutuhkan proses yang panjang. Strip logam awalnya ditumpuk, biasanya di urutan: besi, nikel, baja di tengah, nikel dan besi. “Materinya tergantung pada pembeli, meminta pola dan pamor seperti apa.” Selalu ada besi, jika keduanya baja, akan terlalu sulit. “Sulit untuk dipotong,” kata Fathurrahman. Pengaturan ini kemudian dibakar dan ditempa. Hasil yang ditempa kemudian dilipat dan ditempa lagi. Di Sumenep bahan awal belati disebut khodokan. “Di Kecamatan Lenteng banyak orang membuat bengkel awal atau khodokan, yang biasa membuat sabit, belajar membuat belati,” kata Fathurrahman. Tuan-tuan atau pangs alusan di Bluto dan Saronggi kemudian mengerjakan rincian lebih lanjut kerisnya. Pisau itu keriting (luk) atau lurus dibentuk dengan bantuan batu gerinda atau pahat. Dasar keris diberi ornamen sesuai dengan tipe keris klasik yang ada atau urutan pelanggan. Kemudian keris itu dibasahi walirang cair dan warangan demi pengusiran. Ada juga pembeli yang menginginkan keris berkesan tua. Proses penuaan dengan bahan kimia memakan waktu sekitar satu bulan.

referensi : jual keris kuno , tokopedia