Karena berdalih tidak mempunyai Petugas Pengawas Lingkungan Hidup Tempat(PPLHD), sehingga perusahaan yang benar-benar mencemari lingkungan di sekitarnya takpernah ada yang sampai digugat ke Pengadilan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan(DLHK) Kab Sidoarjo.

Di Sidoarjo Limbah Buangan Pabrik Tidak Pernah Digugat Pemkab

Menurut Kabid Pengawasan DLHK Kab Sidoarjo, Ir Endang Budiarti, sebab wilayah Sidoarjo ini sebagai wilayah industri, karenanya sebenarnya banyak membutuhkan PPLHD. Semestinya ada petugas yang secara khusus mengawasi perusahaan dalam pelaksanaan pembuangan limbah.

”Usul kami tidak pernah memperoleh respon, sehingga untuk mengisi kekosongan jabatan itu, kita rangkap sementara,” ujar Endang.

Endang menegaskan, ada enam pejabat struktural yang sementara ini semestinya merangkap kekosongan PPLHD di Kab Sidoarjo itu. Salah satu pejabat itu adalah dirinya sendiri. Pentingnya PPPLHD ini adalah mengawasi pelaksanaan pembuangan limbah di suatu perusahaan. Apalagi dikala ini kondisi di Kab Sidoarjo banyak berdiri perusahaan skala besar menengah dan kecil. Bila mereka buang limbahnya sembarangan dan termasuk limbah kategori bahanberbahaya dan berbisa (B3), karenanya yang terkena dampaknya masyarakat Sidoarjo sendiri.

Endang mengakui sampai sejauh ini perusahaan di Sidoarjo yang dilaporkan mengerjakan pencemaran limbah pada lingkungan sekitarnya, rata-rata hanya memperoleh peringatan secara verbal dan peringatan tertulis. Belum sampai ada yang memperoleh hukuman tegas, seperti pembekuan izin dan pencabutan izin.

”Bila pihaknya bermaksud menggugat suatu perusahaan sebab kasus pencemaran limbah, karenanya jalan yang ditempuh adalah semestinya pinjam pejabat PPLHD ke Pemprov Jatim. Seperti yang dijalankan pada kasus PT Java Pasivic.